Prolog
Apa kau tau pernah merasakan cinta suci?
Atau melihat sebuah cinta suci? Dimana mereka yang malu malu mengungkap kan
cinta, yang saling mengelak untuk merasakan cinta. Tapi akhirnya menyadari
mereka berdua saling merasakan cinta, dua insan yang tak saling mengenal
menjalin apa itu cinta.
“Ck
ck ck, liatin foto Gunhee mulu dah? Naksir?” ucap seorang cowok dengan kemeja
berantakan “plis ya Ru, Gunhee itu idol. Dan lo? Lo pengangguran uy, mana bisa
dapatin permata?”
Haru
– karakter utama di cerita ini – hanya memicing kan mata “dih? Yang suka dia
siapa? Gue benci idol korea kaleeee” sangkal gadis itu “lagian urus aja diri lo
sendiri napa dah? Lo juga pengangguran kok, udah gitu numpang lagi, emang
enggak modal lo Her”
“Her
her! Nama gue bagus bagus Heru dipanggil kayak nama guguk aja” dengus Heru,
sedangkan Haru tidak mendengarkan perkataan cowok di depannya itu “kau tak
mendengarkan ku? Aish…sialan! Dengarkan Oppa mu ini!”
Kata
terakhir dari Heru membuat Haru jijik “apa? Oppa? Ew….seganteng apa lo sampai
gue panggil oppa? Kalau idol korea itu baru cocok, lah elo? Wajah sebelas dua
belas macam titan aja bangga”
Heru
menahan emosinya “coba aja kalau gue jahat, udah gue pukul pala lu” dengus Heru
kasar “bah, ngapain gue berantem ama lo!? Ga guna amat dah buset”
Haru
Cuma mendelik “kan lo yang mulai duluan monyet amazon” gumam Haru, tapi Heru
mendengar gumaman Haru. Ia menatap sinis adiknya, sedang kan Haru hanya nyengir
“mianhe mianhe hajima~”
Heru
menghela nafas “tadi tuh gue mau kasih lo pekerjaan, jangan tanya kenapa bukan
gue yang ambil. Tadinya buat gue, tapi ternyata dia berubah pikiran mau kerja
sama dengan cewek”
Haru
menaikkan alis “pekerjaan mesum?”, perkataan Haru mendapatkan jitakan dari Heru
“kenapa kau memukul ku!?”
“Agar
pikiran mu bersih bodoh!” kesal Heru “asisten gitu, katanya sih lebih cocok
buat cewek, lagian tulisan gue jelek”
Haru
mencibir “nyadar juga lo, gue ambil pekerjaannya. Lagian gue bosan di rumah doang”
Cowok
berwajah asia kental itu mendekatkan wajahnya ke wajah sang adik “cius? Mie apa?”
yang akhirnya malah wajah nya yang ditabok oleh kaki adiknya.
Di lain waktu
Seorang pria dengan pakaian garis
mondar mandir seakan ada hal yang tak beres “kau gila!? Asisten nya berubah
jadi cewek!? Bagaimana dengan Yena???? Dia akan marah jika kau menjadikan cewek
lain asisten!”
Yang
diceramahi hanya tersenyum miring sambil membaca Koran dan menyeruput kopi “tenang
saja Ryo, Yena enggak bakal marah” ucap pria yang lebih muda dari pria dengan
pakaian bergaris-garis – yang sepertinya namanya Ryo – dengan yakin.
Ryo
hanya menjetikan jarinya ke meja “oh, kau sangat yakin huh? Bagaimana kalau
Yena beneran marah?” Ryo memberhentikan sebentar kalimatnya.
“Lee
Gunhee”, yang disebut namanya hanya tersenyum kecil.
“Tentu
aku sangat yakin, aku tak pernah dan tak akan mau mencintai wanita lain selain
Yena. Aku akan menjaga perasaan Yena yang sedang keluar negri, dan kalaupun
Yena salah paham akan kubuktikan bahwa aku benar benar mencintai Yena.”
Ryo
melongos “ya, kau bisa mendapatkan Yena kembali, tapi akhirnya kau akan membuat
wanita itu terluka. Sudah berapa kali kau melakukannya Gunhee? Bahkan member
GirlGrup yang kau kencani menjadi hengkang”
Gunhee
berdiri dan mengambil jaketnya di meja dekat dengan kursi putarnya “bukan
urusanku, salah sendiri memendam rasa padaku. Oh ya manajer Park, apa acara ku
selanjut nya?”
Ryo
menghela nafas “acara inkigayo di stasiun telivisi sebentar lagi, kau harus
bersiap siap.”
Pemuda
itu tersenyum miring dan memakai kacamatanya “aku akan langsung kesana dan
bersiap siap di mobil saja, ayo manajer Park”
“Baik”
Dua
insan dimana kehidupan pribadi, sifat dan keuangan berbeda. Disatukan oleh
takdir yang lucu, namun takdir menyatukan mereka untuk bertemu.